Sabtu, 27 Februari 2010

MAKALAH SISTEM PEREKONOMIAN RUSIA

Kata Pengantar

Puji dan Syukur senantiasa saya ucapkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini.
Makalah Ekonomi yang bertema “Sistem Perekonomian Rusia” ini menggunakan pendekatan belajar sambil berlatih untuk mengetahui lebih dalam tentang sistem perekonomian yang ada di bangsa lain dan banga kita.
Penulisan makalah ini telah diusahakan semaksimal mungkin. Namun, karena keterbatasan waktu tentu makalah ini masih belum sempurna. Untuk itu, saya mengharapkan para pembaca maupun pihak-pihak lain berkenan memberikan kritik dan saran demi penyempurnaan pembuatan makalah berikutnya.
Semoga makalah ini turut memberi andil dalam memperluas pengetahuan kita dan semoga semua usaha kita mendapat ridho-Nya.
Saya ucapakan terima kasih kepada segenap pendukung yang telah membantu saya dalam penulisan makalah ini.


Makassar, September 2009

Moh.safiullah

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Sejarah Ekonomi Federasi Rusia
2.2 Definisi komunis
2.3 Sejarah Berdirinya Sistem Komunis di Rusia
2.4 Hubungan Ri-Rusia
2.5 Keuntungan dan Kekurangan Komunisme
2.6 Apakah Sistem pereknomian Komunis Cocok di I ndonesia?
2.7 Sistem Perekonomian di Indonesia
2.8 Saran Untuk Indonesia

BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan





BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Aspek Ekonomi merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam kemajuan suatu Negara, semakin baik ekonomi masyarakat pada suatu bangsa maka semakin maju pula kehidupan perekonomian Negara itu.
Sistem perekonomian merupakan salah satu sistem yang sangat komplit dan sangat menarik untuk dibahas baik dalam hal teorinya maupun dalam hal pelaksanaanya pada suatu Negara.
Sistem perekonomian di negara Indonesia sebagian besar bukanlah murni berasal dari dalam Negara itu, melainkan hasil adopsi dari Negara lain yang sudah mengakar sekian lama sejak abad perang dunia, salah satu contohnya yaitu sistem kapitalis dimana sistem ini menganut paham bahwa waktu adalah uang (the time is money) dan banyak lagi system lainnya yang akan dibahas pada bab –bab selanjutnya.
Di dalam realisasinya apakah semua sistem yang telah mengakar sejak beratus-ratus tahun lamanya sangat cocok dengan kepribadian dan kehidupan masyarakat Indonesia? Apakah dalam pelaksanaannya terdapat perbedaan antara system perekonomian hasil adopsi dengan system perekonomian dimana sistem itu berasal? Adakah hubungan sistem perekonomian Indonesia dengan sistem perekonomian Negara luar? Apakah sistem yang telah ada di Negara luar bisa cocok untuk dipraktekkan di Negara Indonesia?. Pertanyaan-pertanyaan inilah yang menjadi latar belakang kami untuk menelusuri sejarah perekonomian Negara luar, salah satunya yaitu Negara Rusia yang merupakan salah satu Negara yang paling berpengaruh dengan sistem perekonomian yang ada di Indonesia, sehingga nantinya dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah kami tulis sendiri pada halaman sebelumnya.

1.2 Tujuan Penulisan

Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan tentang sistem perekonomian yang ada di Negara Rusia dan hubungannya dengan sistem perekonomian yang ada di Negara Indonesia.























BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Sejarah Ekonomi Federasi Rusia

Sejarah perekonomian rusia berawal dari terpecahnya Negara Uni Soviet, pada saat itu Rusia di bawah pemerintahan Yeltsin (Republik Rusia). Sejak runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991, Rusia telah mencoba untuk mengembangkan ekonomi pasar dan mencapai pertumbuhan ekonomi yang konsisten. Yeltsin mulai menyerang masalah stabilisasi ekonomi makro dan restrukturisasi ekonomi.
Pada bulan Oktober 1991, Yeltsin mengumumkan bahwa Rusia akan dilanjutkan dengan radikal, reformasi berorientasi pasar di sepanjang baris "shock therapy", seperti yang direkomendasikan oleh Amerika Serikat dan IMF. Namun, kebijakan ini mengakibatkan keruntuhan ekonomi, dengan jutaan rakyat jatuh ke dalam kemiskinan. Korupsi dan kejahatan menyebar dengan cepat.
Dengan asumsi peran sebagai kepribadian hokum Uni Soviet, Rusia mengambil tanggung jawab untuk menyelesaikan utang luar negeri, meski penduduknya terdiri hanya setengah dari penduduk Uni Soviet pada saat perceraian. Ketika semua perusahaan milik negara yang seharusnya dimiliki oleh rakyat, justru jatuh ke tangan golongan orang-oang kaya. Saham dari perusahaan milik negara dikeluarkan, dan baru ini perusahaan publik segera diserahkan kepada anggota Nomenklatura atau dikenal bos kriminal. Sebagai contoh, direktur sebuah pabrik selama rezim Soviet sering menjadi pemilik perusahaan yang sama. Selama periode yang sama, kelompok-kelompok kriminal sering mengambil alih perusahaan-perusahaan negara, membuka jalan dengan pembunuhan atau pemerasan. Korupsi pejabat pemerintah sudah menjadi aturan hidup sehari-hari. Dibawah pemerintah penutup, keterlaluan dilakukan manipulasi keuangan yang memperkaya kelompok individu dan pemerintahan mafia. Korupsi banyak mencuri miliaran dolar dalam bentuk tunai dan aset di luar negeri sangat besar pelarian modal,seperti Andrei Volgin yang terlibat dalam pengambilalihan koperasi pada pertengahan tahun 1990-an.


Hutang Publik Russian
Ekonomi Rusia mengalami stres luar biasa yang berpindah dari ekonomi perencanaan pusat ke sistem pasar bebas. . Kesulitan dalam mengimplementasikan reformasi fiskal yang bertujuan untuk mengumpulkan pendapatan pemerintah dan ketergantungan pada pinjaman jangka pendek untuk membiayai defisit anggaran mengarah ke krisis keuangan yang serius pada tahun 1998.
Harga yang lebih rendah untuk ekspor utama Rusia penerima (minyak dan mineral) dan hilangnya kepercayaan investor akibat krisis finansial Asia diperburuk masalah keuangan.
Hasilnya adalah penurunan yang sangat cepat dalam nilai rubel, penerbangan dari investasi asing, pembayaran tertunda berdaulat dan utang swasta, suatu uraian transaksi komersial melalui sistem perbankan, dan ancaman inflasi.
Akan tetapi, Rusia tampaknya krisis telah nampak relatif baik. Sebagai PDB riil tahun 2009 meningkat dengan persentase tertinggi sejak jatuhnya Uni Soviet pada 8,1%, rubel tetap stabil, inflasi telah moderat, dan investasi mulai meningkat lagi
Pada 2007, Bank Dunia menyatakan bahwa perekonomian Rusia telah mencapai "stabilitas makroekonomi belum pernah terjadi sebelumnya". Rusia telah membuat kemajuan dalam memenuhi kewajiban utang luar negeri.
Selama 2000-01, Rusia tidak hanya bertemu dengan utang eksternal jasa, tetapi juga membuat kemajuan besar cicilan pokok di IMF pinjaman, tetapi juga membangun Bank Sentral cadangan dengan anggaran pemerintah, perdagangan, dan current account surplus. The TA 2002 anggaran Pemerintah Rusia menganggap pembayaran sekitar $ 14 miliar pada layanan resmi pembayaran utang yang jatuh tempo. Current account surplus besar telah membawa apresiasi yang cepat rubel selama beberapa tahun.
Minyak dan gas mendominasi ekspor Rusia, sehingga Rusia tetap sangat bergantung pada harga energi. Pinjaman dan suku bunga deposito pada atau di bawah tingkat inflasi menghambat pertumbuhan sistem perbankan dan membuat alokasi modal dan resiko yang jauh lebih sedikit efisien daripada itu akan sebaliknya.
Pada tahun 2003, utang telah meningkat menjadi $ 19 milyar yang disebabkan oleh kenaikan pembayaran Departemen Keuangan dan Eurobond. Namun, $ 1 miliar ini telah diprabayar, dan beberapa sektor swasta mungkin sudah membayar hutang.
Pada edisi Juni 2002 G8 Summit, para pemimpin dari delapan negara menandatangani pernyataan setuju untuk mengeksplorasi pembatalan Rusia beberapa utang Soviet lama untuk menggunakan tabungan untuk mengamankan bahan-bahan di Rusia yang dapat digunakan oleh teroris. Kesepakatan yang diusulkan adalah $ 10 milyar dan akan datang dari Amerika Serikat dan $ 10 miliar dari G-8 negara lain selama 10 tahun.
Pada tanggal 1 Januari 2004, dana Stabilisasi Federasi Rusia didirikan oleh Pemerintah Rusia sebagai bagian dari anggaran federal untuk menyeimbangkannya jika harga minyak turun. Sekarang dana Stabilisasi Federasi Rusia sedang dimodernisasi. Dana Stabilisasi akan dibagi menjadi dua bagian pada tanggal 1 Februari 2008. Bagian pertama akan menjadi dana cadangan sama dengan 10 persen dari PDB (10% dari PDB setara dengan sekitar $ 200 miliar sekarang), dan akan diinvestasikan dengan cara yang sama sebagai Dana Stabilisasi. . Bagian kedua akan diubah menjadi Dana Kesejahteraan Nasional Federasi Rusia. Deputi Menteri Keuangan Sergei Storchak perkiraan ini akan mencapai 600-700 billion rubel pada tanggal 1 Februari 2008.
http://www.kommersant.com/p791856/new_fund_to_specialize_on_portfolio_investments/. Retrieved 2007-08-02 . Diperoleh 2007/08/02.


2.2 Definisi komunis

Komunisme atau Marxisme adalah ideologi dasar yang umumnya digunakan oleh partai komunis di seluruh dunia, sedangkan komunis internasional merupakan racikan ideologi ini berasal dari pemikiran Lenin sehingga dapat pula disebut “Marxisme-Leninisme”. Dalam komunisme perubahan sososial harus dimulai dari pengambil alihan alat-alat produksi melalui peran partai Komunis, secara logikanya perubahan sosial dimulai dari buruh atau yang lebih dikenal dengan proletar. Komunisme sebagai anti-kapitalisme menggunakan sistem partai komunis sebagai alat pengambil alihan kekuasaan dan sangat menentang kepemilikan akumulasi modal.
Ciri-ciri komunisme:
1. Sebuah teori atau sistem organisasi sosial yang didasarkan pada induk dari semua harta yang sama, kepemilikan aktual yang dinisbahkan kepada masyarakat secara keseluruhan atau kepada negara.
2. Sistem organisasi sosial di mana semua aktivitas sosial ekonomi dan dikendalikan oleh negara totaliter didominasi oleh satu dan mengabadikan diri partai politik.
3. Prinsip-prinsip dan praktek-praktek dari Partai Komunis.
4. Komunalisme.
Sumber: http://uthieprawita.ngeblogs.com/


2.3 Sejarah Berdirinya Sistem Komunis di Rusia

Komunisme pada awal kelahiran adalah sebuah koreksi terhadap faham kapitalisme di abad ke-19an, dalam suasana yang menganggap bahwa kaum buruh dan pekerja tani hanyalah bagian dari produksi dan lebih mementingkan kesejahteraan ekonomi. Akan tetapi, dalam perkembangan selanjutnya muncul beberapa faksi internal dalam komunisme antara penganut komunis teori dengan komunis revolusioner yang masing-masing mempunyai teori dan cara perjuangannya yang saling berbeda dalam pencapaian masyarakat sosialis untuk menuju dengan apa yang disebutnya sebagai masyarakat utopia.
Vladimir Ilyich Ulyanov Lenin seorang pemimpin politik yang paling bertanggung jawab terhadap berdirinya Komunisme di Rusia. Sebagai penganut Karl Marx yang gigih dan setia, Lenin meletakkan dasar politik yang hanya bisa dibayangkan oleh Karl Marx seorang. Begitu cepatnya Lenin menyebar Komunisme ke seluruh penjuru dunia, dia mesti diakui sebagai salah seorang yang paling berpengaruh dalam sejarah manusia.
Pada umur dua puluh tiga Lenin sudah menjadi seorang Marxis yang berkobar-kobar. Bulan Desember 1895 dia ditahan oleh pemerintah Tsar karena kegiatan revolusionernya dan dijebloskan ke dalam penjara selama empat belas bulan. Sesudah itu dia dibuang ke Siberia.
Selama tiga tahun di Siberia (yang tampaknya tidak digubrisnya sebagai siksaan) dia kawin dengan wanita yang juga berfaham revolusioner dan menulis buku Pertumbuhan Kapitalisme di Rusia. Masa pembuangannya di Siberia berakhir bulan Februari 1900 dan beberapa bulan kemudian Lenin melakukan perjalanan ke Eropa Barat. Tak kurang dari tujuh belas tahun lamanya dia berkelana, menjadi seorang mahaguru revolusioner. Tatkala Partai Buruh Sosial-Demokrat Rusia dimana Lenin jadi anggota pecah jadi dua bagian, Lenin jadi pimpinan pecahan yang lebih besar dari Bolsheviks.
Perang Dunia I membuka peluang besar buat Lenin. Perang ini membawa malapetaka baik militer maupun ekonomi bagi Rusia dan akibatnya menambah ketidakpuasan rakyat kepada sistem pemerintahan Tsar. Akhirnya pemerintah Tsar ini digulingkan di bulan Maret tahun 1917 dan untuk sementara waktu tampaknya Rusia dipimpin oleh sebuah pemerintah demokratis. Begitu mendengar kejatuhan Tsar, Lenin buru-buru pulang ke .Rusia dan sesampainya di negeri asalnya ia dengan cepat dapat melihat dan mengambil kesimpulan bahwa partai-partai demokratis --walau sudah mendirikan pemerintahan sementara-- tak punya daya kekuatan cukup dan kondisi ini sangat baik buat partai Komunis yang punya pegangan disiplin kuat untuk menguasai keadaan biarpun anggotanya sedikit. Karena itu Lenin mendorong kaum Bolshevik melompat kedepan mengguhngkan pemerintahan sementara dan menggantinya dengan pemerintahan Komunis. Percobaan pemberontakan di bulan Juli tidak berhasil dan memaksa Lenin menyembunyikan diri.
Percobaan kedua di bulan Nopember 1917 berhasil dan Lenin menjadi kepala negara baru. Selaku kepala pemerintahan, Lenin keras tetapi di lain pihak dia amat pragmatis. Mula-mula dia ajukan tekanan yang tak kenal kompromi adanya masa transisi singkat menuju masyarakat yang ekonominya sepenuhnya berdasar sosialisme. Ketika ini tidak jalan, dengan luwes Lenin mundur dan mengambil jalan sistem ekonomi campuran kapitalis-sosialistis ini berjalan di Uni Soviet selama beberapa tahun.
Di bulan Mei 1922 Lenin sakit keras sehingga antara serangan sakit itu hingga wafatnya tahun 1924 praktis Lenin tidak bisa berbuat apa-apa. Begitu wafat, jasadnya dengan cermat dibalsem dan dipelihara, dibaringkan di musoeum di Lapangan Merah hingga saat ini.
Ciri penting dari Lenin adalah dia seorang yang cepat bertindak sehingga dialah orang yang mendirikan pemerintahan Komunis di Rusia. Dia menganut ajaran Karl Marx dan menterjemahkannya dalam bentuk tindakan politik praktis yang nyata. Sejak bulan Nopember 1917 telah terjadi ekspansi kekuatan Komunis ke seluruh dunia. Kini, sekitar sepertiga penduduk dunia menganut faham Komunis.
Biarpun arti penting Lenin terletak pada seorang pemimpin politik praktis. Lenin juga menunjang pengaruhnya lewat tulisan-tulisan. Pikiran-pikiran Lenin tidaklah bertentangan dengan Marx tetapi ada perubahan tekanan. Lenin kelewat terpukau oleh taktik-taktik revolusi dan dia merasa punya kelebihan khusus dalam urusan ini. Dia tak henti-hentinya menekankan perlunya penggunaan kekerasan: "Tak ada masalah apa pun dalam hubungan perjuangan kelas dapat diselesaikan tanpa kekerasan," adalah ungkapan khasnya. Marx hanya mengaitkan perlunya kediktatoran proletariat sekali-sekali saja, tetapi Lenin sudah terlalu tergoda dengan itu. Misalnya ucapannya: "Diktatur proletariat tak lain dan tak bukan daripada kekuasaan berdasarkan kekerasan yang tak ada batasnya, baik batas hukum maupun batas aturan absolut.
Ide Lenin tentang kediktatoran sesungguhnya lebih penting ketimbang politik ekonominya. Ciri terpokok pemerintahan Soviet bukanlah di bidang politik ekonominya (banyak pemerintahan sosialis di banyak negeri) tetapi ciri pokoknya lebih terletak pada teknik mempertahankan kekuasaan politik untuk jangka waktu tak terbatas. Terhitung sejak saat Lenin hidup, tak ada satu pun pemerintah Komunis di mana pun juga di dunia ini --sekali berdiri dengan kokohnya-- dapat tergulingkan. Dengan pengawasan yang seksama terhadap semua lembaga kekuasaan dalam negeri --mass media, bank, gereja, serikat buruh dan lain-lain-- pemerintahan Komunis tampaknya sudah mengikis adanya kemungkinan-kemungkinan penggulingan pemerintahan. Bisa saja ada titik-titik lemah pada kekuatannya, tetapi tak seorang pun mampu menemukannya.
Jelas bin jelas Komunisme adalah gerakan besar yang punya arti penting sejarah. Tidaklah jelas benar siapakah yang bisa dianggap paling berpengaruh dalam gerakan ini, Marx atau Lenin. Saya beranggapan Marx punya arti lebih pentirig karena dia mendahului dan mempengaruhi Lenin. Tetapi masih bisa dibantah anggapan ini karena kemampuan politik praktis Lenin merupakan faktor yang amat ruwet dalam hal mendirikan Komunisme di Rusia. Tanpa peranan Lenin, Komunis rasanya mesti menunggu bertahun-tahun untuk punya kesempatan memegang kekuasaan dan akan menghadapi perlawanan yang lebih terorganisir. Karena itu, bukan mustahil tidak bisa berhasil. Dalam hal memantapkan arti penting Lenin, orang jangan lupa betapa singkatnya masa kekuasaan dipegangnya. Juga, berdirinya diktatur proletariat di Uni Soviet lebih besar berkat Lenin ketimbang penggantinya, Stalin yang lebih keras.
Sepanjang hidupnya Lenin seorang pekerja keras dan tekun. Dia seorang yang kenamaan dan jumlah buku yang ditulisnya tak kurang dari 55 jilid. Dia mengabdikan seluruh hidupnya untuk tujuan-tujuan revolusi, dan meskipun dia mencintai keluarganya, dia tak mau pekerjaannya terganggu. Ironisnya, biar dia menghabiskan sepenuh umurnya dalam percobaan melenyapkan penindasan, hasil yang dicapainya dari perjuangan adalah penghancuran semua segi kebebasan pribadi.
Sumber: http://tokohsejarah.blogspot.com/2009/07/lenin-1870-1924.html

2.4 Hubungan Ri-Rusia

Pengamat:
Hubungan RI-Rusia Lebih Fokus Pada Pengadaan Senjata Jakarta, Pelita. Peneliti politik LIPI Siswanto menilai, hubungan antara Indonesia dan Rusia harus lebih difokuskan dalam pengadaan alat-alat persenjataan atau kepentingan militer Indonesia dibanding masalah perekonomian. Menurutnya, sistem persenjataan Rusia masih tetap unggul dan dominan dibanding persenjataan dari negara-negara Barat, meski dalam hal tertentu pihak barat seperti Amerika Serikat memiliki keunggulan yang tidak dimiliki Rusia begipula sebaliknya.
Hubungan Indonesia dan Rusia harus diintensifkan dalam bidang pengadaan teknologi persenjataan dan militer karena lebih mudah dan longgar dalam persyaratan. Sementara hubungan dalam peningkatan ekonomi tidak akan seprospek itu karena perekonomian Rusia sendiri tidaklah sebagus negara-negara barat, sangat sulit mendapatkan investasi dari Rusia ujar Siswanto kepada Pelita Kamis (6/9) kemarin, di Jakarta. Selama ini persenjataan Rusia yang mewarisi sebagian besar Uni Sovyet memiliki keunggulan tertentu dibanding persenjataan dari barat. Dengan membeli persenjataan dari Rusia setidaknya dapat mengurangi persenjatan Indonesia yang selama ini selalu dipasok dari negara-negara barat seperti AS dan Inggris. Lebih lanjut Siswanto mengungkapkan meski perang dingin telah mereda, akan tetapi dimensi persaingan antara pihak barat (AS) dan Timur (Rusia) masih tetap terjadi dan tak terelakan.
Rusia ingin tetap mengimbangi kekuatan AS dengan cara membina hubungan yang lebih intensif dengan negara-negara Muslim besar seperti Indonesia ataupun ke institusi yang memayungi kepentigan dunia Islam seperti Organisasi Konferensi Islam (OKI), jelasnya.
Pendekatan Rusia ke dunia Islam bukanlah untuk menutupi kasus kemerdekaan Chechnya, akan tetapi untuk menjaga keseimbangan kekuatan, dalam kasus Chechnya negara-negara barat lebih peduli terutama masalah pelanggaran hak azasi dibanding negara-negara Islam, jelas Siswanto. Sementara itu, Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono sendiri mengungkapkan Indonesia dapat menghemat anggaran sebesar 40 persen untuk membeli perlengkapan senjata dari Rusia dan lebih menguntungkan dibanding membeli senjata dari negara-negara barat.
(Pengamat Hubungan RI-Rusia Lebih Fokus Pada Pengadaan Senjata Jakarta, Pelita. Peneliti politik LIPI Siswanto).

Sumber: http://www.hupelita.com/index.php
2.5 Keuntungan dan Kekurangan Komunisme

KEUNTUNGAN
1. Pemerintah gratis layanan kepada Anda
2. Bahwa setiap orang, setidaknya secara teoretis, memiliki apa yang mereka butuhkan untuk hidup, dan kontribusi apa yang mereka bisa untuk kebaikan bersama.
3. Bukan kengerian bahwa USSR mencoba pull off, adalah bahwa setiap orang memiliki makanan di piring mereka dan tempat tinggal.
4. Tidak ada perbedaan besar kekayaan dan kemiskinan (sekali lagi dalam teori) dan sumber daya yang dialokasikan untuk mereka yang membutuhkan paling.
5. Orang-orang mendukung satu sama lain sehingga dengan demikian, memiliki pekerjaan penuh akan lebih mudah.
6. Perekonomian tidak akan berfluktuasi begitu banyak karena semua orang ingin ini atau itu.
7. Jawaban produk pada harga terendah menang. Produk bisa murah sebagai kemampuan untuk memproduksi akan lebih mudah.
KEKURANGAN
1. Downgrade dalam jenis layanan dan pilihan NO.
2. orang tidak equivically imbalan untuk pekerjaan yang mereka lakukan, tidak ada insentif untuk lebih baik diri sendiri. Seorang dokter akan membuat gaji yang sama sebagai pegawai toko.
3. Komunisme hanya akan berfungsi untuk serangga sosial seperti semut dan lebah, bagi manusia, sosialisme mungkin adalah cara terbaik untuk pergi.
4. pemerintah terlalu banyak kendali atas kehidupan pribadi Anda.
5. bahwa hal itu bergantung pada setiap orang dalam sistem yang altruistik.
6. Tidak memperhitungkan bahwa orang-orang cenderung egois, dan melakukan apa yang ada dalam kepentingan pribadi mereka.
7. . Kesalahan lain dari sistem komunis adalah bahwa hal itu bergantung pada perencana terpusat untuk mengirim sinyal manufaktur.
8. Perang akan diperjuangkan berdasarkan konsep semua atau tidak ada per komunitas sehingga tidak semua orang dijamin kebahagiaan - alasan mengapa orang Kuba seperti datang ke sini dan menjauh dari Kuba.
9. Tidak ada kebebasan yang hampir apa semua orang berpendapat.
10. Karena pemerintah meddles dan upaya untuk mengendalikan ekonomi, hal itu menyebabkan perselisihan ekonomi.
11. Sebuah kepentingan negara tidak diperhatikan, dalam pasar bebas suara Anda dengan dolar.
12. Tidak bekerja dengan baik untuk layanan seperti perawatan kesehatan.
sumber: http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&langpair=en|id&u=http://answers.yahoo.com/question/index%3Fqid%3D20061127172408AAL6wSL&rurl=translate.google.co.id&usg=ALkJrhgUQ1EHLU1PYB6iRFNlBwsd5fWV8A
2.6 Apakah Sistem pereknomian Komunis Cocok di I ndonesia?

Menurut saya sangat -sangat tidak cocok. Bila kita pahami pengertian komunis saja itu sangat menyimpang dari sitem perekonomian di Negara kita. Karena Negara Indonesia adalah Negara beragama bukan Negara komunis, Jadi tidak cocok sama sekali.
Selain itu kita ambil contoh pada masa presiden soekarno, terdapat partai PKI (Partai Komunis Indonesia), Partai ini dulu sangat merugikan Negara sehingga istilah Komunis harus dihilangkan di Indonesia. Sistem Perekonomian yang cocok untuk Indonesia menurut saya sistem syariah, Karena selain sistemnya adil dan juga bercorak Islami.

2.7 Sistem Perekonomian di Indonesia

Sistem perekonomian Indonesia menurut UUD ’45 adalah sistem perekonomian campuran, di mana negara menguasai cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak; juga bumi dan air dan kekayaan yang terkandung di dalamnya yang merupakan pokok kemakmuran rakyat dikuasi oleh negara.
Sebenarnya, sistem perekonomian Indonesia, dari awal sudah dirumuskan oleh para pendiri bangsa ini yang tercantum dalam UUD ’45 pasal 33 ayat 1, 2, dan 3. Dalam UUD ’45 pada ayat 1 berbunyi : “Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas kekeluargaan; ayat 2 : Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara; ayat 3 : Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran Rakyat.”
SISTEM EKONOMI DAN PERSOALANNYA
1. Sistem Ekonomi
Setiap negara memiliki sistem ekonomi. Pilihan terhadap sistem ekonomi yang dianut oleh suatu negara tergantung pada kesepakatan nasional negara tersebut.
Biasanya, kesepakatan nasional ini berdasarkan undang-undang dasar yang dimiliki. Di samping itu, undang-undang dasar, falsafah dan ideologi negara juga sangat mempengaruhi sistem ekonomi suatu negara. Sistem ekonomi adalah strategi suatu negara mengatur kehidupan ekonominya dalam rangka mencapai kemakmuran.
2. Tiga persoalan pokok Ekonomi.
Tiga persoalan ekonomi tersebut diringkas ke dalam tiga kata tanya dlam bahasa inggris:
What (Apa), How (Bagaimana), dan For Whom (Untuk Siapa)
a. Jenis dan Jumlah barang serta Jasa yang harus diproduksi (What).
What adalah pemilihan jumlah serta jenis barang dan jasa yang harus dihasilkan. What menunjukkan pesoalan yang dihadapi oleh setiap sistem ekonomi yang terkait dengan pertanyaan: Jenis barang apakah yang harus diproduksi dan berapa jumlahnya?
b. Cara Sistem Ekonomi menghasilkan Barang dana Jasa (How).
How adalah pemilihan cara menghasilkan barang dan jasa. How menunjukkan persoalan yang dihadapi oleh sistem perekonomian yang terkait dengan pertanyaan: Bagaimana menghasilkan barang dan jasa. Untuk mencapai kemakmuran. Artinya, setiap sistem ekonomi harus dapat menjawab persoalan cara yang ditempuh oleh suatu negara untuk menghasilkan barang dan jasa.
c. Cara Distribusi Barang dan Jasa (For Whom).
For Whom adalah pemilihan kelompok masyarakat yang harus menikmati barang dan jasa yang dihasilkan. For Whom menunjukkan persoalan yang dihadapi oleh setiap sistem ekonomi yang berkaitan denagn pertanyaan untuk siapa sebenarnya barang dan jasa diproduksikan? Artinya, setiap sistem ekonomi harus dapat menjawab persoalan mengenai kelompok masyarakat mana yang harus menikmati barang atau jasa yang dihasilkan oleh perekonomian suatu negara. Jadi sebenarnya persoalan for whom juga berkaitan dengan cara distribusi barang dan jasa yang dihasilkan negara.



Setelah mengikuti uraian tentang persoalan pokok yang dihadapi oleh setiap sistem ekonomi, tiba saatnya kita mendefinisikan sistem ekonomi. Sistem ekonomi dapat didefinisikan sebagai suatu strategi atau cara suatu bangsa atau negara mengatur tata kehidupan ekonominya dalam rangka mencapai kemakmuran masyarakatnya.
3. Tiga Sistem Ekonomi Utama
Sistem ekonomi merupakan aturan-aturan yang digunakan dalam kehidupan perekonomian. Kita dapat membedakannya ke dalam tiga macam sistem yang lazim dijalankan oleh suatu negara, yaitu sistem ekonomi liberal (pasar bebas), perencanaan sentral, dan campuran.
a. Sistem Ekonomi Pasar Bebas
Sistem ekonomi pasar bebas adalah pengaturan kehidupan ekonomi diserahkan pada mekanisme pasar.
b. Sistem Ekonomi Perencanaan Sentral
Sistem ekonomi perencanaan sentral adalah pengaturan kehidupan ekonomi dikelola langsung oleh negara.
c. Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran adalah pengaturan kehidupan ekonomi dikelola bersama oleh swasta dan pemerintah.

Sumber: http://deroe.wordpress.com/2009/02/13/sekali-lagi-tentang-sistem-perekonomian/


2.8 Saran Untuk Indonesia

Indonesia seharusnya sudah belajar pada krisis ekonomi dan moneter yang mengguncang dunia pada tahun 1998, dengan hanya sektor pertanian dan perkebunan yang tumbuh positif dan turut menyelamatkan ekonomi domestik.
Belajar dari kasus itu, Indonesia sudah saatnya memberi perhatian utama pada bidang pertanian dan perkebunan, agar bisa keluar dari krisis pangan yang kini mengancam dunia. Maka dari itu setiap komoditas harus didekati secara spesifik karena masing-masing memiliki spesifikasi yang berbeda.






BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Setelah membaca makalah di atas, dapat disimpulkan bahwa:
1. Sistem Perekonomian Rusia menggunakan sistem perekonomian komunis
2. Vladimir Ilyich Ulyanov Lenin seorang pemimpin politik yang paling bertanggung jawab terhadap berdirinya Komunisme di Rusia .
3. Masing-masing sistem perekonomian memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing.
4. Sistem perekonomian Indonesia menurut UUD ’45 adalah sistem perekonomian campuran .
5. Sistem perkonomian komunis tidak cocok untuk Negara Indonesia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar